Le Tavala et le Gimba, patrimoines culturels préservés par les Ngata Ona

Masyarakat adat Ngata Ona di Desa Lewara, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, hingga kini terus merawat dua warisan budaya penting berupa tavala dan gimba. Tradisi leluhur tersebut dijaga sebagai identitas serta simbol sejarah komunitas yang hidup di wilayah pegunungan.
Pergeseran Fungsi Senjata Tradisional
Tavala merupakan tombak berukuran sekitar dua meter yang memiliki gagang panjang dari bambu serta mata besi berbentuk pipih meruncing. Pada masa lalu, masyarakat mengandalkan senjata tersebut untuk berburu berbagai jenis hewan liar di hutan sekitar. Seiring berjalannya waktu, fungsi tombak itu mengalami pergeseran karena warga tidak lagi memanfaatkannya untuk berburu. Saat ini, tavala disimpan di rumah warga sebagai benda pusaka dan simbol perlindungan yang harus dilestarikan.
Peran Alat Musik Adat
Selain tavala, komunitas tersebut juga mempertahankan keberadaan gimba sebagai alat musik tradisional berbentuk gendang berongga. Perangkat bunyi ini biasanya dimainkan untuk mengiringi berbagai upacara adat yang diselenggarakan oleh warga setempat. Suara yang dihasilkan dari alat musik tersebut juga berfungsi sebagai sarana komunikasi tradisional untuk menyampaikan tanda darurat atau kegiatan penting kepada seluruh warga dusun.
Pelestarian Identitas Budaya
Keberadaan kedua benda pusaka ini mencerminkan ikatan yang kuat antara masyarakat adat Ngata Ona dengan masa lalu mereka. Perjalanan jurnalis bersama lembaga terkait ke wilayah terpencil tersebut mengungkap upaya warga dalam menjaga warisan leluhur di tengah keterbatasan akses infrastruktur. Upaya perlindungan budaya ini menjadi bagian dari ketahanan masyarakat adat dalam mempertahankan kearifan lokal di wilayah pegunungan.
Résumé rédigé par Clans et Tribus d’après Kompas.com.